Physical Growth    

Physical Growth

Olah raga yang teratur bermanfaat untuk mengendalikan berat badan, menyehatkan jantung juga meningkatkan ketahanan fisik sehingga membentuk generasi yang sehat dan kuat.

Pengukir Sejarah    

Pengukir Sejarah

Chikita Pricilla memperoleh The Bronze Medal of Economic National Science  Olympiad in Palembang, 15-21 May 2016

OSN    

OSN

Dunia berubah sangat pesat. Dunia adalah lintasan perlombaan, tetaplah bergerak tak penting kapan dan dimana memulai serta dapat mencapai tujuan dan membuat rekor baru.

Bakti Sosial    

Bakti Sosial

Hidup berbagi memang hidup yang amat sangat bernilai. Berbagi, berarti kita mengambil bagian dalam kesulitan orang lain. Rela menjadi sepenanggungan, mengurangi bahkan menyelesaikan beban sesama.

Fasilitas Sekolah    

Fasilitas Sekolah

Ruang kelas merupakan sarana dan prasarana yang penting dan utama dalam menunjang proses pembelajaran.

Kelulusan    

Kelulusan

Menghasilkan generasi baru yang terbaik adalah harapan kami.        

Cooking Class    

Cooking Class

Memperlengkapi diri dengan berlatih terus menerus akan menghasilkan sumber daya manusia yang berkualitas.

Komputer    

Komputer

Mengikuti perkembangan teknologi melalui pembelajaran TIK.

OSN 2015    

OSN 2015

Daniel Wiranata Dayan meraih medali perunggu bidang Ekonomi pada Olimpiade Sains Nasional (OSN) 2015

Eye Exercise    

Eye Exercise

Eye Exercise adalah relaksasi mata, sehingga bisa menjaga mata agar dalam kondisi fresh.

Listening    

Listening

Dengan belajar listening di laboratorium bahasa, siswa dapat terus mengasah kemampuan mereka

Tutor Sebaya    

Tutor Sebaya

Melalui kegiatan tutor sebaya, siswa berbagi ilmu pada teman dan menumbuhkan karakter saling tolong menolong terhadap sesama, serta mampu memantapkan ilmu yang dimilikinya.

Budaya Membaca    

Budaya Membaca

Memanfaat buku-buku perpustakaan untuk menumbuhkan kebiasaan membaca dan menambah wawasan siswa

Konseling Karier    

Konseling Karier

Menggali informasi tentang karir, dan menyiapkan siswa untuk fokus dalam mencapai cita-citanya

Olimpiade Sains Nasional 2013    

Olimpiade Sains Nasional 2013

Sunardi, meraih medali perunggu dalam Olimpiade Sains Nasional 2013 bidang Fisika. We proud of you !

Gedung SMA Kristen Petra 5    

Gedung SMA Kristen Petra 5

Proses belajar mengajar dilaksanakan di gedung ini.

Raihan Prestasi    

Raihan Prestasi

Berlaga di arena DBL (Deteksi Basketball League) dengan didukung oleh cheerleader dan para suporter. Vini... Vidi... Vici....

Sea of Knowledge    

Sea of Knowledge

Memanfaatkan perpustakaan, berarti belajar melihat dunia dan masa depan.

Frontpage Slideshow | Copyright © 2006-2012 JoomlaWorks Ltd.

“Darah Garuda”

“Indonesia Kerja Bersama” adalah tema yang angkat oleh Presiden Joko Widodo saat memperingati hari Kemerdekaan tanggal 17 Agustus 2017. Oleh karena itu SMA Kristen Petra 5 turut serta menerapkan tema tersebut dalam acara peringatan kemerdekaan Indonesia. Tanggal 18 Agustus 2017, SMA Kristen Petra 5  merayakan kemerdekaan RI dengan tema “Darah Garuda”.

Kira-kira acara apa yang paling disoroti kali ini? Tentu saja Battle Arena. Berbeda dengan Rally-rally pada umumnya. Battle Arena diadakan hanya dalam satu tempat. Tentu saja kerja sama antar anggota kelompok yang ditekankan disini. Kenapa? Karena setiap kelompok akan menghadapi tantangan yang sama, seperti memasukkan pensil kedalam botol, mengaitkan topi dengan kepala, memindahkan bola pimpong dengan piring, memindahkan sedotan dengan mulut, serta makan kembang goyang. Kelompok yang menyelesaikan dengan poin terbanyak yang menjadi pemenang.

Darah_Garuda-4.JPGDarah_Garuda-5.JPGDarah_Garuda-2.JPGDarah_Garuda-3.JPGDarah_Garuda-6.JPGDarah_Garuda-1.JPG

Selain itu ada lomba Made In Indonesia. Lomba ini adalah lomba memasak masakan khas Indonesia. Peserta wajib menyelesaikan dalam grup yang terdiri dari 3 orang. Tentu saja beda pendapat sering terjadi sewaktu memasak. Tapi para peserta bisa menyelesaikan dengan waktu yang ditentukan dengan spektakuler.

Terakhir ada lomba yang mendarah daging dalam lomba ini yaitu Tarik Tambang! Lomba yang sepertinya selalu hadir di setiap acara HUT RI ke-72 ini. Tarik tambang ini adalah lomba yang paling diminati oleh para siswa. Dalam lomba ini ada nilai kerja keras, pantang menyerah, berani tampil.

Semangat dan antusias siswa mengikuti rangkaian acara yang membuat acara HUT RI ke-72 ini berlangsung seru dan meriah. Kerja bersama perlu kita kembangkan di SMAKTRA5 untuk mencapai goal yang sama yaitu membawa nama baik sekolah, PPPK Petra dan Bangsa.

Dirgahayu Indonesiaku!!!

Memasuki Masa SMA

Memasuki jenjang dan gedung sekolah yang baru, siswa baru kelas X SMA Kr. Petra 5 tahun ajaran 2017/2018 mengikuti MPLS (Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah) dari tanggal 17 – 19 Juli 2017 kemarin. Mengambil tema ‘Divergent’ yang berarti berbeda, siswa-siswa baru ini diajak untuk mengerti dan menghargai perbedaan yang terdapat di antara warga sekolah dan masyarakat luas. Berbeda dengan tahun-tahun lalu, nama kelompok tiap kelas bukan berupa nama pulau, melainkan nama tarian Indonesia yaitu : Tari payung, tari.

Tiga  hari berlangsung begitu cepat. Kami diajak mengenal lingkungan dan warga SMA Kristen. Petra 5 sebagai sekolah yang baru, siswa kelas X dikenalkan dengan kurikulum, tata tertib dan life skill yang berlaku melalui sosialisasi oleh guru-guru. Tidak lupa dengan kegiatan cerdas cermat, jalan sehat, menanam anggrek dan makan sehat. Demikian pula dengan KKR dengan tema : Let God Be With You  Firman Tuhan yang mendasari diambilkan dari (Mazmur139: 7 -10) dengan  Pembicara : Pdt Anggraeni Mahardini, S.Si.Teol (GKJW Mlaten).

Divergent_6.JPGDivergent_5.JPGDivergent_3.JPGDivergent_1.JPGDivergent_4.JPGDivergent_2.JPGDivergent_9.JPGDivergent_7.JPGDivergent_8.JPGDivergent.JPG

Di hari terakhir adalah  talent Show dari seluruh kelas X dan pemenangnya adalah kelas X-1 yang menampilkan Perkusi dengan lagu When I’m Gone menggunakan media gelas, galon, botol, pasir, biji kacang hijau, panci dipandu oleh siswi bernama Fedorike Yaphilia, pemain piano dan perkusi. Sangat menarik MPLS ini, materi yang baru, OSIS yang ramah dan guru yang menerima kami membuat kami nyaman di sekolah ini. “ungkap Fedorike. OSIS pun menutup MPLS dengan menyanyikan lagu True Colors.

Melalui MPLS yang diorganisir oleh Guru, OSIS Smaktrama (SMA Kristen Petra 5 Surabaya) dan  tim Persekutuan Doa, siswa kelas X belajar untuk meningkatkan kedisiplinan, tanggung jawab, kemandirian, kedewasaan dan pengaturan waktu seiring tingginya jenjang pendidikan mereka sekarang.

Ya, akhirnya seragam putih abu-abu yang legendaries ini bukan lagi masa depan!

 

Fedorike Yaphilia (X-IPA 3) dan Magdeline (XII-IPS 2)

One Step For The Future


Satu langkah ke depan menjadi tema dalam acara pelepasan kelas XII  tahun ini.
Tema ini menjadi tonggak bahwa  kesempatan yang bisa kita peroleh melalui keputusan hari ini, yang akan  menentukan langkah ke depan.

Sabtu, 20 Mei 2017 merupakan awal kelas XII menjadi alumni SMA Kristen Petra 5 .  Bimbingan, teguran dan  didikan dari bapak ibu pengajar di SMA menjadi bekal kami kelak, ungkap Irene Yenawan.
Pelepasan istimewa karena:
Pertama: Kakak kelas kami yang meraih nilai UN peringkat tertinggi ke-2 tingkat Jawa Timur program IPS  dengan jumlah nilai 375,5 atas nama Ezell Thadeus dari kelas XII- IPS 1. Luar biasa..... SMA Kristen Petra 5 yang telah meluluskan 5.471 siswa alumni di angkatan ke 24 kali ini menorehkan prestasi baru bagi PPPK Petra.
Kedua: meluluskan juga siswa berprestasi bidang Akademik peraih medali perunggu OSN tahun 2016 mata pelajaran Ekonomi di  Palembang atas nama Chikita Priscilla kelas XII-IPA 4,  juga siswa berprestasi bidang non akademik atas nama Irene Yenawan kelas XII- IPS 1.

SISWA_BERPRESTASI_AKADEMIK.JPGSISWA_BERPRESTASI-PERAIH_UNBK_PERINGKAT_KE-2_JATIM.JPGMENYANYIKAN_INDONESIA_RAYA_DAN_MARS_PETRA.JPGFOTO_BERSAMA-2.JPGFOTO_BERSAMA-1.JPGPAK_HARIYANTO_DAN_SISWA.JPGSISWA_BERPRESTASI_NON_AKADEMIK.JPG

Pelaksanaan pelepasan yang diadakan di Auditorium Universitas Kristen Petra sangat meriah dan makin sempurna dengan hadirnya Dr. Ir.  Januar Heryanto, MS, MBA selaku Ketua 1 PPPK Petra, Ir. Suwandi salah satu pendiri SMA Kristen Petra 5, Kepala sekolah pertama yaitu Drs. Dirgo Wiloso Darmo juga seluruh undangan orang tua siswa kelas XII.

Terasa khidmat ketika seluruh hadirin menyanyikan lagu Indonesia Raya dan Mars Petra.  Firman Tuhan yang memeberi kekuatan bagi kelas XII untuk menyambut masa depan dan arahan dari Ibu Dra. Tri Utami Rinto Rukmi, M.M. Dengan balutan kebaya bagi siswi dan jas bagi siswa , kelas XII melangkah menuju ke panggung untuk prosesi  pengalungan medali dari wali kelas sebagai tanda bahwa perjalanan mereka telah usai dan siap menuju masa depan yang penuh harapan, setelah itu wali kelas XII menyanyikan lagu Mungkinkah yang disambut dengan suasana sangat meriah.

Para guru boleh merasa bangga dan lega karena telah menyelesaikan tugas yang telah dipercayakan orang tua kepada beliau-beliau dan tiba saatnya  untuk menyerahkan kembali putra putri kepada orang tua.

Raihlah masa depan kakak-kakakku... jadilah berkat, teladan bagi masyarakat dan tetaplah menjaga Iman.

Terima kasih Tuhan untuk rancangan-Mu buat Smaktrama yang begitu indah.

 

(Magdeline, XI- IPS 4)

One Step For The Future

Aksi kami di Hari Bumi

Hari Jumat,  21 April 2017 pagi kemarin, sejak jam 8 hingga jam 10 pagi, area di sekitar lampu lalu lintas Jalan Jemursari menuju Jl. Ahmad Yani terlihat berbeda. Tidak hanya dipadati kendaraan beserta penumpangnya, siswa-siswi kelas X IPS SMA Kristen Petra 5 Surabaya turut meramaikan lokasi dengan melakukan orasi mengenai Hari Bumi yang jatuh pada tanggal 22 April tiap tahunnya.

Siswa-siswi X IPS 1 hingga X IPS 3 secara bergiliran melakukan orasi bertemakan saran untuk memperbaiki kondisi Bumi saat ini di hadapan pengendara kendaraan kala lampu lalu lintas berubah merah. Dibagi 3 kelompok tiap kelasnya, per kelompok berkesempatan untuk membagi anggotanya yang berjumlah 13-14 siswa, ada yang melakukan orasi menggunakan pengeras suara, ada yang memegang banner bertuliskan motivasi dan inti topik yang diinformasikan, ada pula yang mendatangi pengendara kendaraan dan membagikan stiker bertuliskan Hari Bumi sebagai suvenir.

Mengambil tema penggunaan energi listrik, salah satu kelompok di X IPS 1 mengajak masyarakat untuk menghemat penggunaan listrik. “Mungkin kita belum sadar, tapi energi listrik itu kita gunakan secara kurang bertanggung jawab selama ini,” ujar Michael Forbes, orator kelompok tersebut,

Louis Fernaldy, siswa dari kelas X IPS 2 mewakili kelompoknya melakukan orasi dengan tema plastik dan kresek. Louis menjelaskan bahwa efek negatif plastik dan kresek sering disepelekan dan digunakan secara sembrono. “Kita berusaha mengurangi, bukan meniadakan. Karena memang, plastik dan kresek itu menguntungkan di satu sisi. Selain membagikan stiker, kelompoknya juga membagikan tas kain secara gratis pada pengendara kendaraan di situ.

Beda lagi dengan kelompok Magdalena dari X IPS 3. Banner yang dipegang langsung membuat siapapun yang membacanya terkekeh dalam hati. Kalimat yang tertulis di masing-masing banner bertemakan cinta dan joke yang sedang in saat ini. Kelompok ini melakukan orasi dengan tema food waste. Makanan yang dibuang karena fisiknya kurang bagus ataupun mereka yang mengambil makanan melebihi porsi dan membuang sisanya turut menjadi faktor penurunan kualitas Bumi ini. Kelompok Niki Putri, yang melakukan orasi bertemakan penggunaan energi, bahkan membawa gitar untuk mengiringi yel-yel yang berbentuk lagu.

Ketika ditanya mengenai alasan pentingnya Hari Bumi, Laskario dari X IPS 2 menjawab, “Karena inilah rumah, tempat yang kita tinggali dan akan kita wariskan ke anak cucu nanti, dan Hari Bumi itu semacam remindernya. Logikanya, masa kita mau merusak rumah sendiri?” Siswa-siswi ini menyatakan kerelaan mereka untuk turun ke lapangan dan berhadapan dengan masyarakat langsung guna menyebarkan informasi mengenai Hari Bumi dan kondisi lingkungan akibat perbuatan manusia meski di bawah terik matahari yang lebih dari sekedar menghangatkan tubuh. Mereka sepakat bahwa aksi ini seru, lebih berdampak dan menjangkau masyarakat sekaligus mengenalkan SMA Petra 5 Surabaya.  

Berawal dari sebuah pemikiran bagaimana menyajikan KBM yang kreatif, sehat, bernilai dan berdampak pada lingkungan sekitar/masyarakat.

Maka, ide tersebut kemudian dimatangkan oleh MGMP Geografi SMA Kristen Petra 5, Ibu Rukmi Arumbi, Ibu Poedji Rahajoe dan Pak Dwikki Rahardian.  Kami juga melakukan aksi nyata dan memberi contoh/teladan buat para siswa dengan aksi rampok kresek di Taman bungkul bersama sedikit siswa.  Senang dan bangga rasanya, karena mereka sudah melakukan semaksimal mereka dan rela panas-panasan dan mengesampingkan rasa malu harus tampil di depan umum,” kata Ibu Arumbi. Sedangkan, Ibu Poedji senang karena siswanya dapat melakukan orasi di hadapan pengendara kendaraan, sehingga banyak orang yang tahu tentang Hari Bumi melalui siswa-siswa ini. ”Pak Dwikki menjelaskan makna dan peran beliau serta rekan dan siswanya di orasi Hari Bumi 2017 ini,  “Karena Bumi ini sudah kritis dan kami, pengajar dan pelajar bidang ilmu sosial, khususnya Geografi yang mempelajari tentang kebumian, mau mulai beraksi dan menjadi informatif.”

Pendidik-pendidik tersebut boleh berbangga diri memiliki siswa-siswi yang kritis dan informatif. Dihadapkan pada isu-isu sosial yang bertentangan dengan topik yang mereka orasikan, jawaban yang diberikan masih mengesankan. Mengenai fenomena “cewek makan hanya ½ porsi”, Amanda Deta dari X IPS 3 menjawab, “Klasiknya, ambil makanan sesuai porsi. Kalau tidak memungkinkan, bungkus makanan untuk dibawa pulang. Untuk makanan tertentu, bisa diberikan kepada hewan peliharaan ketimbang dibuang.”

Reaksi pengendara kendaraan yang menonton orasi ini pun beragam. Menurut Hanna Viviana dari XI IPS 2 yang memegang banner kala temannya melakukan orasi, ada pengendara yang berekspresi bingung, ada pula yang penasaran. Teman sekelasnya, Requel Dionisia,  menyatakan, banyak pengendara yang sengaja memanggilnya untuk mendapat stiker Hari Bumi beserta penjelasan dari aksi mereka.

Tidak hanya kelas X, kelas XI SMA Petra 5 turut memperingati Hari Bumi dengan mengupload video bertemakan Hari Bumi yang bisa dilihat di Instagram dengan #A5ForEarthDay.

Kita peduli, kita beraksi! Generasi muda SMA Petra 5 sudah beraksi untuk memperbaiki kondisi Bumi di Hari Bumi. Kamu kapan?

(Magdeline Priscilia,XI IPS 4)

 

 DI BALIK KOTA SURABAYA DAN SIDOARJO

Perlunya pengetahuan secara nyata, itulah yang diharapkan oleh para Siswa. Pengetahuan tidak hanya sebuah teori tetapi bagaimana siswa bisa menerapkan teori yang didapatkan dan mengaplikasikannya. Salah satu bagian dari Education Development mengajak siswa untuk melakukan pengamatan secara nyata di wilayah Surabaya dan Sidoarjo. Pentingnya mengetahui kondisi social, ekonomi, budaya dan kondisi geografi menjadi dasar dua kota ini menjadi salah satu tujuan observasi. Dengan mengetahui banyak hal tentang kota ini, berarti juga menumbuhkan rasa cinta terhadap tempat mereka tinggal dan menggali potensi apa yang ada di tempat tersebut, sehingga mereka bisa menanam investasi untuk masa depan.

IMG_20170125_091037.jpgIMG-20170225-WA0029.jpgIMG_20170125_093906.jpgIMG_2943.JPGIMG-20170226-WA0013.jpgIMG-20170226-WA0008.jpgIMG-20170226-WA0012.jpgIMG-20170225-WA00331.jpg

Program kelas XI di SMA Petra 5 Surabaya tahun ini mengajak siswa untuk peka terhadap lingkungannya dengan mengadakan studi lapangan dari tanggal 14-31 Januari 2017, tidak hanya itu saja, hasil observasi akan dijadikan sebuah karya tulis. Hal yang menarik tahun ini karena studi lapangan di percayakan kepada masing-masing kelompok untuk memilih destinasi di wilayah Surabaya dan Sidoarjo. Pembimbingan dilakukan oleh semua guru (1 guru membimbing  6 – 7 orang siswa). Dalam penulisan ini hanya dibatasi selama 2 bulan setelah observasi dan akan dilakukan presentasi pada tanggal 29-31 Maret 2017 secara serentak sepulang sekolah.

Kesan dari kelompok yang pergi ke Mangrove Wonorejo, mereka dapat menjaga bumi dengan menanan mangrove, dan tidak pernah terbayangkan bahwa Mangrove memiliki peran yang sangat banyak terhadap lingkungan. Menjaga abrasi pantai, menjadi katalis tanah dari air laut, sumber ekonomi, habitat perikanan, mengurangi pemanasan global, menjaga kualitas air dan udara, tapi hal yang paling menarik mangrove merelakan dirinya tersakiti seperti halnya Tuhan Yesus mati untuk kita manusia berdosa. Mangrove juga menjadi filter polutan,  menahan kadar garam agar tidak masuk ke daratan dengan cara meresapkan air payau  ke dalam tubuhnya. Ketika air payau meresap ke batang mangrove, maka kulit dan daun  mangrove akan mengeluarkan butiran putih yang menunjukkan bahwa kadar garam sudah terserap dan akan mengelupaskan kulitnya. Mangrove rela menyakiti dirinya untuk menyelamatkan manusia dan lingkungan.

Berbeda dengan kesan dari kelompok yang pergi ke destinasi Budaya Surabaya House of Sampoerna, Tugu Pahlawan, Museum Kesehatan, Pelabuhan Ujung Surabaya, mereka kagum dengan Budaya Surabaya, mereka tidak pernah tahu sebelumnya meskipun sejak lahir bertempat tinggal di Surabaya dan Sidoarjo, peninggalan penjajahan yang sampai sekarang masih bisa dilihat dan kita bisa belajar dari peninggalan yang ada.

Demikian juga pengalaman siswa di destinasi Ampel dan Pura Agung Jagat Karana , siswa bisa belajar tentang akulturasi budaya dan multicultural keagamaan. Berbeda dengan kelompok yang ke pasar tradisional, Mall, Industri Berat MHE di Rungkut Industri dan pembuatan telor asin di Candi Sidoarjo, siswa bisa membedakan bagaimana perputaran keuangan, konsumtif masyarakat dan cara pembuatan telor asin. Tidak kalah menariknya dengan destinasi Lumpur Lapindo, fenomena alam yang mengingatkan kita manusia sangat kecil dibandingkan dengan kekuasaan Tuhan  yang begitu besar, mengamati jenis tanah dan polusi akibar luapan lumpur Lapindo.

Studi lapangan membuat mereka berpikir “Apa yang harus aku perbuat untuk      Kotaku? Semoga SMA Petra 5 bisa menjadi pioneer untuk mencintai, melestarikan, mengembangkan dan menjadi berkat bagi Kota Surabaya dan Sidoarjo.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

boost the values reap the success