PSB 2021/2022    

PSB 2021/2022

SMA Kristen Petra 5 Surabaya membuka Pendaftaran Siswa Baru untuk Tahun Ajaran 2021/2022. Mari bergabung menjadi bagian dari Civitas Akademika yang dibekali dengan kompetensi 5C, meliputi: (1) Communication; (2) Collaboration; (3) Critical Thinking and Problem Solving; (4) Creativity and Innovation; (5) Character.

Pendaftaran Online    

Pendaftaran Online

SMA Kristen Petra 5 Surabaya membuka Pendaftaran Siswa Baru secara online melalui alamat website: psb.pppkpetra.sch.id. Dapatkan potongan biaya Uang Pengembangan (Syarat dan ketentuan berlaku). Informasi lebih lanjut hubungi (Telp.) 031 – 843 6474 atau (Whatsapp) 0819 4463 7288.

Physical Growth    

Physical Growth

Menyiapkan generasi penerus yang memiliki kualifikasi jasmani yang sehat dan baik. Memberikan dukungan nyata bagi peserta didik yang memiliki bakat dan minat di bidang olahraga melalui berbagai kompetisi dan kegiatan sekolah.

Emotional Intelligence    

Emotional Intelligence

Pendidikan sebagai salah satu sarana untuk membentuk kepribadian peserta didik yang didukung kondisi psikologis yang baik dan memiliki empati terhadap kondisi di sekitarnya. Membangun kesadaran untuk hidup bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara menjadi tujuan mutlak di dalam proses pembelajaran yang diberikan.

Talent Development    

Talent Development

Aktualisasi talenta peserta didik dalam berbagai bidang nonakademik akan memberikan kesempatan dan pengalaman untuk terus berkembang. Berbagai kegiatan sekolah dan dukungan untuk partisipasi aktif di berbagai kompetisi mulai dari tingkat regional hingga nasional menjadi program rutin sekolah.

Religious Education    

Religious Education

Aspek rohani setiap peserta didik menjadi salah satu prioritas terukur dari program sekolah. Menghidupi nilai Kristiani menjadi bagian yang tak terpisahkan dari setiap proses pembelajaran. Berbagai kegiatan rohani tak sekadar dilakukan sebagai rutinitas, akan tetapi menjadi bentuk komitmen untuk membangun hubungan vertikal dengan Tuhan secara berkualitas.

Academic Excellence    

Academic Excellence

Menyiapkan kualifikasi akademik setiap peserta didik secara komprehensif melalui penerapan Kurikulum Nasional. Dilengkapi program khusus GAC (The Global Assesment Certificate) dari ACT untuk kebutuhan peserta didik yang melanjutkan studi Perguruan Tinggi di luar negeri. Menerapkan Blended Learning yang didukung dengan infrastruktur teknologi mumpuni.

OSN 2015    

OSN 2015

Bersyukur atas keberhasilan Daniel Wiranata Dayan sebagai peraih medali perunggu di Bidang Ekonomi pada penyelenggaraan Olimpiade Sains Nasional (OSN) 2015 yang dihelat di Kota Yogyakarta.

OSN 2016    

OSN 2016

Bersyukur atas keberhasilan Chikita Pricilla sebagai peraih medali perunggu di Bidang Ekonomi pada penyelenggaraan Olimpiade Sains Nasional (OSN) 2016 yang dihelat di Kota Palembang.

OSN 2017    

OSN 2017

Bersyukur atas keberhasilan Naomi Natasha sebagai peraih medali perak di Bidang Biologi, Ricky Suhartono sebagai peraih medali perak di Bidang Ekonomi, Raja Moris dan Severina Effendi sebagai finalis pada penyelenggaraan Olimpiade Sains Nasional (OSN) 2017 yang dihelat di Kota Pekanbaru.

OSN 2018    

OSN 2018

Bersyukur atas keberhasilan Ricky Suhartono sebagai peraih medali emas di Bidang Ekonomi dan Kensias Kristanto sebagai peraih medali perunggu di Bidang Matematika pada penyelenggaraan Olimpiade Sains Nasional (OSN) 2018 yang dihelat di Kota Padang.

OSN 2019    

OSN 2019

Bersyukur atas keberhasilan Kensias Kristanto sebagai peraih medali emas di Bidang Matematika dan Jeremy Michael sebagai finalis di Bidang Ekonomi pada penyelenggaraan Olimpiade Sains Nasional (OSN) 2019 yang dihelat di Kota Manado.

IEO 2018    

IEO 2018

Bersyukur atas keberhasilan Ricky Suhartono mewakili Indonesia dalam ajang Olimpiade Ekonomi Internasional atau disebut IEO (International Economic Olimpiad) tahun 2018. Pada kompetisi yang dihelat di Kota Moskow (Rusia) tersebut, Ricky Suhartono berhasil meraih medali perunggu.

LMS PPPK PETRA    

LMS PPPK PETRA

Mengoptimalkan blended learning di dalam proses pembelajaran. Menyiapkan platform digital yang mendukung ekosistem belajar yang menarik dan interaktif antara pengajar dan peserta didik.

Pembelajaran Jarak Jauh    

Pembelajaran Jarak Jauh

Pandemi Covid-19 yang terjadi sejak Maret 2020 membuat proses pembelajaran dilakukan secara jarak jauh. Bersyukur bahwa kesiapan sekolah didukung dengan sarana dan prasarana teknologi yang memadai mampu memberikan pelayanan PJJ yang optimal. Kesiapan siswa ditunjang dengan perangkat teknologi dari rumah juga berpengaruh terhadap keberhasilan layanan Pendidikan di era pandemi ini.

Sarana dan Prasarana Sekolah    

Sarana dan Prasarana Sekolah

Menciptakan suasana pembelajaran yang kondusif dan layanan pendidikan yang optimal, SMA Kristen Petra 5 dilengkapi dengan berbagai spesifikasi sarana dan prasarana.

Studio Pembelajaran Daring    

Studio Pembelajaran Daring

Membangun layanan pendidikan yang semakin luas dan mengikuti perkembangan era yang semakin kekinian menjadi tantangan tersendiri. Melalui studio pembelajaran daring tersebut diharapkan menjadi wadah bagi insan pendidik dan generasi pembelajar untuk terus berkreasi dan berkarya dalam bidang edukasi guna mengisi kanal media sosial secara positif.

Frontpage Slideshow | Copyright © 2006-2012 JoomlaWorks Ltd.
| |

Fun Sport Day: Mens Sana In Corpore Sano

image_003.jpgimage_004.jpgimage_002.jpgimage_001.jpg

Selama hampir setahun ini pandemi telah melanda seluruh belahan dunia (terhitung Maret 2020), termasuk Indonesia.  Mau tidak mau, suka tidak suka, ada banyak hal yang berubah dalam berbagai sektor kehidupan manusia. Berbagai ide dan inovasi dikerahkan demi tetap bertahan di kondisi saat ini. Salah satu perubahan mencolok yang terjadi akibat pandemi ini adalah cara manusia berinteraksi yang benar-benar harus dibatasi. Akibatnya, cukup banyak kegiatan yang melibatkan kerumunan harus diubah caranya, ditunda, bahkan ditiadakan.

Sekolah tentunya merupakan salah satu sektor yang terdampak oleh situasi ini. Sekolah yang pada hakikatnya merupakan tempat bertemunya para siswa dengan guru, mau tidak mau harus mengubah cara pembelajaran. Keputusan ini diambil karena mempertimbangkan faktor tidak mungkin untuk meniadakan pembelajaran. Lalu, tepat pada pertengahan Maret 2020 pemerintah memutuskan agar sekolah melakukan pembelajaran dari rumah atau secara virtual. Dari sini dikenal istilah Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) dan Belajar Dari Rumah (BDR).

Pembelajaran secara virtual ini tentu menimbulkan banyak perbedaan, baik yang dirasakan guru maupun siswa. Aktivitas gerak siswa dan guru jelas akan semakin berkurang. Siswa yang biasanya banyak melakukan kegiatan bersifat fisik jika berada di sekolah, mau tidak mau akan menghabiskan waktu duduk berjam-jam di depan layar gawai untuk mengikuti pembelajaran. Tentu hal ini tidak baik jika tidak dibarengi dengan aktivitas lain yang rutin dilakukan untuk tetap membuat otot tidak kaku, misalnya olahraga.  Olahraga bisa jadi salah satu sarana refreshing yang efektif bagi fisik yang lelah dan kaku. Dengan berolahraga kita tetap mampu menjaga kesehatan kita, terlebih di situasi saat ini.

Pada kesempatan Jumat, 11 Desember 2020, SMA Kristen Petra 5 mengadakan kegiatan Fun Sport Day. Acara ini dipandu oleh Bapak Satria Bayu Aji dan Ibu Monika Wara Mundi, sebagai guru Olahraga SMA Kristen Petra 5. Sesuai dengan namanya, yaitu Fun Sport, para siswa diajak untuk berolahraga dengan memilih olahraga yang menyenangkan. Tentu tidak perlu olahraga yang berat, lama, atau bahkan sampai harus ke luar rumah jauh-jauh. Cukup mencari olahraga yang ringan, santai, dan diiringi musik yang juga menyenangkan.

Meskipun masih dilakukan secara virtual melalui aplikasi Zoom Meetings akibat kondisi pandemi, akan tetapi acara yang berlangsung kurang lebih satu jam ini mendapatkan respons yang positif dari para siswa, guru, maupun karyawan. Dengan antusias, mereka ikut mempraktikkan gerakan-gerakan yang dicontohkan oleh Pak Bayu dan Bu Monika. Harapannya, siswa semakin terinspirasi untuk rutin dan konsisten melakukan olahraga demi menjaga kesehatan. Tentu masih sama-sama kita ingat kalimat yang berbunyi, “Di dalam tubuh yang sehat terdapat jiwa yang kuat”. Jadi, tidak perlu menunda-nunda. Yuk, rutin berolahraga dan rasakan manfaatnya! Tubuh bugar, hati senang, pikiran tenang. Salam sehat!

Penulis: Olivia Noratiro, S.Pd.

Mengulik Masa Lalu Melalui Virtual Tour Situs Sejarah

image_003.jpgimage_004.jpgimage_002.jpgimage_001.jpg

Dalam rangka mengisi kegiatan setelah Penilaian Akhir Semester (PAS), SMA Kristen Petra 5 mengadakan berbagai fun skills menarik dan kekinian, salah satunya adalah virtual tour situs sejarah. Pandemi memang membatasi ruang gerak, tetapi tidak dengan kreativitas. Walaupun semua serba tidak ideal, tetapi kita bisa menciptakan sesuatu hal yang menarik. Termasuk ketika ada anjuran untuk mengurangi bepergian, membuat situs-situs sejarah tidak bisa dikunjungi, padahal belajar sejarah secara langsung di tempat tentunya lebih menarik bukan? Oleh karena itu, melalui virtual tour ini sekolah mengajak para siswa maupun guru untuk memainkan imajinasi dan merasakan seolah-olah berada di situs bersejarah tersebut dipandu oleh dua guru sejarah.

Pada virtual tour kali ini kami mengunjungi dua tempat menarik. Yang pertama yaitu situs Trowulan, secara khusus Candi Bajang Ratu dan Candi Wringin Lawang. Majapahit merupakan representasi kejayaan bangsa di masa lalu yang ceritanya abadi hingga anak cucu, fenomena kejayaannya didambakan oleh banyak pihak untuk Indonesia ulangi. Tetapi seringkali hanya menjadi suatu narasi mengagumkan karena kebanyakan peninggalan-peninggalan sejarahnya tidak semegah candi-candi di Jawa Tengah.

Ada banyak faktor mengapa peninggalan Majapahit hanya tersisa sedikit, tetapi apapun itu faktornya tentu tidak mengurangi keagungan dari sebuah negara adidaya se-Asia Tenggara ini di masanya. Perjalanan dari kerajaan ini masih bisa kita nikmati, pelajari dan harapkan untuk kembali Indonesia rasakan suatu saat nanti. Seperti Majapahit yang teguh menjaga ke-Bhinekaan Tunggal Eka-nya serta upaya penuh perjuangan untuk mempertahankan nusantara di bawah panjinya. Semoga Indonesia mendapatkan kesempatan untuk merasakan hal yang sama. Sebuah asa yang layak untuk terus kita bawa dalam doa.

Lokasi kedua adalah gedung megah peninggalan Belanda yang terletak di Semarang, Jawa Tengah. Gedung ini lebih terkenal dengan kesan angker, padahal menyimpan residu energi sejarah yang pekat. Lawang Sewu merupakan saksi bisu perkembangan perkeretaapian di Indonesia, Lawang Sewu seakan menjadi penggenap akan ramalan Jayabaya jika suatu saat nanti Pulau Jawa akan berkalung besi. Dalam perjalanannya gedung ini menyimpan berbagai cerita sejak masa kolonial Belanda, Jepang, dan awal kemerdekaan Indonesia, terutama upaya untuk mempertahankan kemerdekaan Indonesia.

Akhir kata, sejarah selalu menyimpan cerita, cerita selalu mengandung makna, nanti jika pandemi telah berakhir mari mencari makna tentang suatu peristiwa sejarah dengan mengunjungi situs-situs peninggalan masa lalu.

Historia Vitae Magistra, sejarah adalah ilmu kehidupan!

Penulis: Sekar Sih Revashanti, S.Hum.

 

Testimoni GURU Pada Saat Learning From Home (LFH) - Teacher Ayu

Ayu Kristianna, S.Pd.
Guru Matematika SMA Kristen Petra 5   

ayu-_1.pngayu1.jpgayu-_2.png

Pandemi Covid-19 membuat situasi kerja menjadi berbeda, kita terpaksa workfrom home. Namun, justru karena kondisi inilah saya menjadi terpacu untuk lebih produktif sebagai seorang guru. Saya menyadari bahwa Matematika, mata pelajaran yang saya ampu, bukanlah materi yang dengan mudah dapat diterima siswa hanya dengan membaca dan belajar mandiri. Oleh karena itu, saya harus mencari cara agar siswa tidak hanya belajar menggunakan modul.

Saya mencoba beberapa metode agar pembelajaran jarak jauh tetap efektif bagi siswa. Saya mulai dengan membuat rekaman pembahasan soal menggunakan media seadanya, smartphone, kertas dan bolpen. Saya upload video tersebut di IGTV pribadi dengan pertimbangan dapat diakses dengan mudah oleh siswa dan bisa disimpan dalam waktu yang lama sampai saya sendiri ingin menghapusnya (saya yakin instagram tidak akan take down video ini karena tidak memuat hal yang bertentangan dengan kebijakan mereka). Ternyata video ini mendapat respon yang cukup baik dari para siswa, meskipun wajah guru tidak terlihat. Karena merasa cukup malu dengan coretan saya yang kurang rapi, saya beralih ke rekaman slide show power point untuk materi-materi berikutnya.

Memang persiapannya membutuhkan waktu yang lebih lama, namun video ini dapat dimanfaatkan kembali untuk flippedclassroom pada tahun ajaran berikutnya. Saya juga melakukan videoconference untuk memfasilitasi siswa yang masih kesulitan memahami materi. Sempat menggunakan google meet, namun karena ada beberapa siswa yang tidak dapat bergabung, maka saya juga memanfaatkan live IG yang lebih mudah diakses dan lebih familiar bagi siswa.

Proses pembelajaran jarak jauh tetap tidak dapat seoptimal pembelajaran di kelas. Siswa terpaksa beradaptasi dengan kondisi dan situasi belajar yang berbeda. Mereka merasa lebih nyaman jika bisa menatap dan mendengarkan guru secara langsung atau berdiskusi dengan temannya di kelas. Lebih sulit memang untuk berproses seorang diri, apalagi jika yang dipelajari Matematika. Setelah belajar materi, kurang mantab rasanya jika tidak mengerjakan latihan soal. Betul, Bapak Ibu?

Justru di sinilah peran kita sebagai guru berpengaruh besar untuk memberi pengertian dan menanamkan nilai. Biarpun kondisi dunia berubah, hidup harus tetap berjalan, kita tetap melakukan bagian kita. Bahkan harus bersyukur karena masih diberi kemudahan dapat belajar dengan dukungan internet. Puji Tuhan, siswa tetap kooperatif dalam belajar dan menyelesaikan tugas mereka meskipun kesulitan, toh guru tetap standby untuk merespon pertanyaan mereka.

Saya tahu apa yang saya lakukan ini bukanlah ide yang kreatif atau inovatif. Namun saya bersyukur, work from home membuat saya memiliki waktu lebih banyak untuk belajar hal baru dan membuat saya produktif. Mulai dari memanfaatkan google form untuk kuis, membuat video pembelajaran (flippedclassroom), dan mengoptimalkan keberadaan media sosial untuk pekerjaan, yang mungkin saja belum terlaksana jika Indonesia tidak terdampak pandemi. Saya masih perlu banyak belajar untuk mengembangkan media belajar online dan sedang mengupayakan satu account khusus untuk itu. Sederhana memang, bahkan banyak guru lain yang sudah melakukan.

Namun, yakinlah Bapak Ibu, sejauh yang saya temui, siswa cenderung lebih suka melihat video rekaman Bapak Ibu sebagai pengajar di sekolah dari pada banyak video yang beredar di youtube. Mungkin karena faktor kebiasaan, merasa nyaman dengan cara Bapak Ibu menjelaskan. Semangat untuk Bapak Ibu sekalian, kita bisa.

PETRA 5, HEBAT!!!

"> 

 

Testimoni GURU Pada Saat Learning From Home (LFH) - Teacher Dwikki

Dwikki RahadianYudha W., S.Pd.
Guru Geografi. SMA Kristen Petra 5 Surabaya

dwikki_3.jpgdwikki_1.jpegdwikki_2.jpg

Pandemik Covid-19 banyak mengubah lanskap berbagai sector kehidupan,tak terkecuali di bidang pendidikan. Para guru yang terbiasa mengajar secara ‘konvensional’, kini ditantang untuk melakukan pembelajaran melalui jalur ‘digital’. Hampir setiap hari, guru mengajar bertatap muka dengan para siswanya, kini ditantang untuk membangun ekosistem belajar di dunia maya. Kemajuan teknologi terus berkembang hinggakini, hal tersebut menjadi peluang sekaligus tantangan bagi insane pendidik. Mengadopsi berbagai teknologi sebagai bentuk adaptasi terhadap situasi pandemic kini. 

Kami para guru di PPPK Petra bersyukur karena telah dibekali engan support system yang memadai. Infrastruktur, sarana dan prasarana telah dipersiapkan dan disediakan. Tinggal bagaimana kami para guru berkreasi dan mengeksplorasi berbagai cara baru. Mulai dari Zoom Meeting, Google Meet, dan berbagai LMS (Learning Management Systems) kini menjadi senjata baru untuk kami para guru. Yang semula hanya sebuah meja guru, kini pun berubah menjadi studio streaming baru. 

Menarik ketika melihat daya juang para guru untuk terus bergerak maju dan belajar dari situasi ini. Antusiasme dan semangat para siswa yang tampak melalui layar di saat Video Conference bersama, telah menjadi ‘bahanbakar’ buat para guru untuk terus mendengungkan optimism dalam tantangan pekerjaan yang dihadapinya. Sekalipun terpisah karena jarak, namun esensi

sebuah pembelajaran harus tetap tersampaikan dengan jelas. Bersyukur bahwa para siswa yang bertempat tinggal di lingkungan Kota Surabaya dan sekitarnya telah dilengkapi dengan berbagai sumberdaya yang mumpuni : jaringan listrik, jaringan internet, menjadi modal besar untuk kelancaran proses distance learning.

Dari sini kita menyadari bahwa masa pandemik Covid-19 telah mengajarkan bahwa pendidikan takterbatas oleh ruang. Mari kita tetap bersama berjuang. Baik guru maupun siswa. Baik pihak sekolah maupun orang tua. Saatnya kini berkolaborasi, bersinergi, member pelayanan terbaik untuk keberhasilan masa depan generasi penerus bangsa.

Tuhan Yesus memberkati. 

"> 

 Stay At Home 

Halo teman-teman, perkenalkan nama saya Steven Joy dan Jade dari SMA Kristen Petra 5 ingin bercerita sedikit nih... mengenai kegiatan belajar di rumah selama pandemi Virus Covid-19. Nah, selama kurang lebih 1 bulan ini sekolah Petra ‘diliburkan’ maksudnya belajar di rumah karena adanya dampak virus corona yang semakin menyebar luas. Selama di rumah saya mengikuti kegiatan pembelajaran online yang terus berlangsung dari jam 7 pagi hingga 2 siang sesuai jadwal.

steven_2.jpgsteven_1.jpg

Kami para murid mendapatkan pembelajaran melalui aplikasi zoom/google meet/videocall serta materi dan tugas yang diberikan melalui link sesuai kelas serta ulangan online lewat google form. Sekalipun pada awalnya terasa sulit karena belum terbiasa, belajar online ini menurut saya cukup melatih untuk berpikir kritis para murid agar selama di rumah kita tidak hanya bermain game saja tetapi kita juga harus mengasah kemampuan berpikir kita untuk belajar ilmu-ilmu yang masih belum kita pahami.

Sayangnya tidak semua siswa dapat mengikuti pembelajaran online ini dengan tertib dan disiplin,  masih ada beberapa dari teman saya yang malas dan terlambat mengikuti pelajaran online karena tidak bisa mengatur waktunya dengan baik. Misalnya ada yang tidur hingga larut malam sehingga pagi hari tidak bisa mengikuti pelajaran online tepat waktu dan mengantuk. 

Stay At Home membuat saya dan keluarga juga melakukan kegiatan ibadah di rumah secara online. Setiap hari Minggu, gereja saya melakukan live streaming dan kami sekeluarga selalu mengikuti ibadah pada jam 09.30. Kegiatan ibadah online ini sama seperti ibadah pada umumnya di gereja. kita menyanyi Memuji Tuhan bersama dan mendengarkan Firman Tuhan. Melalui ibadah online ini sebenarnya juga melatih kita beribadah dengan benar di hadirat Tuhan sama seperti ketika di gereja, tidak tergoda dengan barang apapun yang ada di sekeliling kita seperti ibadah sambil makan cemilan, duduk tidak sopan/sambil tiduran.

Hal berat yang saya rasakan saat stay at home ini adalah rasa bosan....jenuh karena tidak bisa bertemu dengan banyak teman. Tidak bisa bermain bersama seperti di sekolah. Tidak bisa bercengkrama dan bersenda gurau dengan teman-teman dan bapak ibu guru juga.

Di saat Paskah yang biasanya semarak dengan program kegiatan seperti lomba-lomba Paskah yang diadakan OSIS ditiadakan. KKR Paskah yang diadakan oleh Tim Persekutuan Doa juga ditiadakan. Banyak event yang seru-seru dan menarik akhirnya tidak dapat kami nikmati sehingga rasanya menjadi hampa karena adanya pandemi virus corona ini.

Dan karena saya hobby jalan-jalan, saya harus menahan diri juga untuk tidak pergi ke mall dulu. Karena sekarang Surabaya juga memberlakukan PSBB jadi jalanan pun banyak yang ditutup. Dan kita juga tidak boleh keluar dari rumah.

Nah, di akhir tulisan saya ini saya ingin mengingatkan teman-teman tetap mengikuti kegiatan pembelajaran dengan aktif dan tidak malas-malasan, mengumpulkan tugas tepat waktu. Taat dengan peraturan pemerintah terkait Social and Physical Distancing. Jika ingin keluar rumah karena ada keperluan yang penting banget, kita harus ingat selalu pakai masker.... WAJIB !!!. Lalu teman-teman juga jangan lupa untuk rajin mencuci tangan sebelum atau setelah memegang benda apapun. Lalu setiap hari minggu jangan pernah bolong untuk ibadah. Dan yang terpenting kita harus setiap hari berdoa agar pandemi ini cepat selesai dan tidak memakan banyak korban lagi.

Tips untuk mengurangi rasa kebosanan, lakukan berbagai aktivitas seperti tiap pagi lari pagi/jalan keliling perumahan tetapi tetap memakai masker, lalu berjemur waktu jam 10 pagi, menonton film di rumah bareng keluarga. Dan selama diliburkannya sekolah, kita bisa banyak meluangkan waktu bersama keluarga misalnya membuat minuman yang lagi kekinian "Dalgona Coffee".  Lalu bagi teman-teman yang hobby menyanyi seperti saya atau hobby menari atau ngevlog misalnya, teman-teman bisa asah bakat teman-teman lewat membuat video cover lalu diupload di Youtube. Lalu bikin dance cover, lalu bisa buat vlog tentang keseharian teman-teman di rumah.

Semoga semua sehat, kondisi segera pulih dan kita kembali bisa beraktivitas normal dan bisa bersekolah lagi....staysafe and stayhealthy

 

Steven Joy (XI IPS 1) dan Jade(XI IPA 1)

 

boost the values reap the success