HUT PPPK Petra ke-69    

HUT PPPK Petra ke-69

Diberkati untuk memberkati

Pembelajaran Daring    

Pembelajaran Daring

Akses link berikut sesuai kelas dan peminatan masing-masing. Setiap kegiatan pembelajaran disampaikan setiap harinya. Siswa melakukan kegiatan belajar sesuai intruksi yang diinformasikan.

Pemberitahuan    

Pemberitahuan

Siswa Belajar Di Rumah Terkait Pencegahan Virus Covid-19

OSN 2019    

OSN 2019

Olimpiade Sains Nasional di Manado, Sulawesi Utara

IEO 2018    

IEO 2018

Olimpiade Ekonomi Internasional di Moscow, Rusia.

OSN 2018    

OSN 2018

Olimpiade Sains Nasional 2018    di Padang, Sumatera Barat.

OSN 2017    

OSN 2017

Olimpiade Sains Nasional 2017 di Pekanbaru, Riau.

Pengukir Sejarah    

Pengukir Sejarah

Chikita Pricilla memperoleh The Bronze Medal of Economic National Science  Olympiad in Palembang, 15-21 May 2016

Physical Growth    

Physical Growth

Olah raga yang teratur bermanfaat untuk mengendalikan berat badan, menyehatkan jantung juga meningkatkan ketahanan fisik sehingga membentuk generasi yang sehat dan kuat.

OSN    

OSN

Dunia berubah sangat pesat. Dunia adalah lintasan perlombaan, tetaplah bergerak tak penting kapan dan dimana memulai serta dapat mencapai tujuan dan membuat rekor baru.

Bakti Sosial    

Bakti Sosial

Hidup berbagi memang hidup yang amat sangat bernilai. Berbagi, berarti kita mengambil bagian dalam kesulitan orang lain. Rela menjadi sepenanggungan, mengurangi bahkan menyelesaikan beban sesama.

Fasilitas Sekolah    

Fasilitas Sekolah

Ruang kelas merupakan sarana dan prasarana yang penting dan utama dalam menunjang proses pembelajaran.

Cooking Class    

Cooking Class

Memperlengkapi diri dengan berlatih terus menerus akan menghasilkan sumber daya manusia yang berkualitas.

Komputer    

Komputer

Mengikuti perkembangan teknologi melalui pembelajaran TIK.

OSN 2015    

OSN 2015

Daniel Wiranata Dayan meraih medali perunggu bidang Ekonomi pada Olimpiade Sains Nasional (OSN) 2015

Eye Exercise    

Eye Exercise

Eye Exercise adalah relaksasi mata, sehingga bisa menjaga mata agar dalam kondisi fresh.

Frontpage Slideshow | Copyright © 2006-2012 JoomlaWorks Ltd.
| |

Testimoni GURU Pada Saat Learning From Home (LFH) - Teacher Ayu

Ayu Kristianna, S.Pd.
Guru Matematika SMA Kristen Petra 5   

ayu-_1.pngayu1.jpgayu-_2.png

Pandemi Covid-19 membuat situasi kerja menjadi berbeda, kita terpaksa workfrom home. Namun, justru karena kondisi inilah saya menjadi terpacu untuk lebih produktif sebagai seorang guru. Saya menyadari bahwa Matematika, mata pelajaran yang saya ampu, bukanlah materi yang dengan mudah dapat diterima siswa hanya dengan membaca dan belajar mandiri. Oleh karena itu, saya harus mencari cara agar siswa tidak hanya belajar menggunakan modul.

Saya mencoba beberapa metode agar pembelajaran jarak jauh tetap efektif bagi siswa. Saya mulai dengan membuat rekaman pembahasan soal menggunakan media seadanya, smartphone, kertas dan bolpen. Saya upload video tersebut di IGTV pribadi dengan pertimbangan dapat diakses dengan mudah oleh siswa dan bisa disimpan dalam waktu yang lama sampai saya sendiri ingin menghapusnya (saya yakin instagram tidak akan take down video ini karena tidak memuat hal yang bertentangan dengan kebijakan mereka). Ternyata video ini mendapat respon yang cukup baik dari para siswa, meskipun wajah guru tidak terlihat. Karena merasa cukup malu dengan coretan saya yang kurang rapi, saya beralih ke rekaman slide show power point untuk materi-materi berikutnya.

Memang persiapannya membutuhkan waktu yang lebih lama, namun video ini dapat dimanfaatkan kembali untuk flippedclassroom pada tahun ajaran berikutnya. Saya juga melakukan videoconference untuk memfasilitasi siswa yang masih kesulitan memahami materi. Sempat menggunakan google meet, namun karena ada beberapa siswa yang tidak dapat bergabung, maka saya juga memanfaatkan live IG yang lebih mudah diakses dan lebih familiar bagi siswa.

Proses pembelajaran jarak jauh tetap tidak dapat seoptimal pembelajaran di kelas. Siswa terpaksa beradaptasi dengan kondisi dan situasi belajar yang berbeda. Mereka merasa lebih nyaman jika bisa menatap dan mendengarkan guru secara langsung atau berdiskusi dengan temannya di kelas. Lebih sulit memang untuk berproses seorang diri, apalagi jika yang dipelajari Matematika. Setelah belajar materi, kurang mantab rasanya jika tidak mengerjakan latihan soal. Betul, Bapak Ibu?

Justru di sinilah peran kita sebagai guru berpengaruh besar untuk memberi pengertian dan menanamkan nilai. Biarpun kondisi dunia berubah, hidup harus tetap berjalan, kita tetap melakukan bagian kita. Bahkan harus bersyukur karena masih diberi kemudahan dapat belajar dengan dukungan internet. Puji Tuhan, siswa tetap kooperatif dalam belajar dan menyelesaikan tugas mereka meskipun kesulitan, toh guru tetap standby untuk merespon pertanyaan mereka.

Saya tahu apa yang saya lakukan ini bukanlah ide yang kreatif atau inovatif. Namun saya bersyukur, work from home membuat saya memiliki waktu lebih banyak untuk belajar hal baru dan membuat saya produktif. Mulai dari memanfaatkan google form untuk kuis, membuat video pembelajaran (flippedclassroom), dan mengoptimalkan keberadaan media sosial untuk pekerjaan, yang mungkin saja belum terlaksana jika Indonesia tidak terdampak pandemi. Saya masih perlu banyak belajar untuk mengembangkan media belajar online dan sedang mengupayakan satu account khusus untuk itu. Sederhana memang, bahkan banyak guru lain yang sudah melakukan.

Namun, yakinlah Bapak Ibu, sejauh yang saya temui, siswa cenderung lebih suka melihat video rekaman Bapak Ibu sebagai pengajar di sekolah dari pada banyak video yang beredar di youtube. Mungkin karena faktor kebiasaan, merasa nyaman dengan cara Bapak Ibu menjelaskan. Semangat untuk Bapak Ibu sekalian, kita bisa.

PETRA 5, HEBAT!!!

"> 

 

Testimoni GURU Pada Saat Learning From Home (LFH) - Teacher Dwikki

Dwikki RahadianYudha W., S.Pd.
Guru Geografi. SMA Kristen Petra 5 Surabaya

dwikki_3.jpgdwikki_1.jpegdwikki_2.jpg

Pandemik Covid-19 banyak mengubah lanskap berbagai sector kehidupan,tak terkecuali di bidang pendidikan. Para guru yang terbiasa mengajar secara ‘konvensional’, kini ditantang untuk melakukan pembelajaran melalui jalur ‘digital’. Hampir setiap hari, guru mengajar bertatap muka dengan para siswanya, kini ditantang untuk membangun ekosistem belajar di dunia maya. Kemajuan teknologi terus berkembang hinggakini, hal tersebut menjadi peluang sekaligus tantangan bagi insane pendidik. Mengadopsi berbagai teknologi sebagai bentuk adaptasi terhadap situasi pandemic kini. 

Kami para guru di PPPK Petra bersyukur karena telah dibekali engan support system yang memadai. Infrastruktur, sarana dan prasarana telah dipersiapkan dan disediakan. Tinggal bagaimana kami para guru berkreasi dan mengeksplorasi berbagai cara baru. Mulai dari Zoom Meeting, Google Meet, dan berbagai LMS (Learning Management Systems) kini menjadi senjata baru untuk kami para guru. Yang semula hanya sebuah meja guru, kini pun berubah menjadi studio streaming baru. 

Menarik ketika melihat daya juang para guru untuk terus bergerak maju dan belajar dari situasi ini. Antusiasme dan semangat para siswa yang tampak melalui layar di saat Video Conference bersama, telah menjadi ‘bahanbakar’ buat para guru untuk terus mendengungkan optimism dalam tantangan pekerjaan yang dihadapinya. Sekalipun terpisah karena jarak, namun esensi

sebuah pembelajaran harus tetap tersampaikan dengan jelas. Bersyukur bahwa para siswa yang bertempat tinggal di lingkungan Kota Surabaya dan sekitarnya telah dilengkapi dengan berbagai sumberdaya yang mumpuni : jaringan listrik, jaringan internet, menjadi modal besar untuk kelancaran proses distance learning.

Dari sini kita menyadari bahwa masa pandemik Covid-19 telah mengajarkan bahwa pendidikan takterbatas oleh ruang. Mari kita tetap bersama berjuang. Baik guru maupun siswa. Baik pihak sekolah maupun orang tua. Saatnya kini berkolaborasi, bersinergi, member pelayanan terbaik untuk keberhasilan masa depan generasi penerus bangsa.

Tuhan Yesus memberkati. 

"> 

 Stay At Home 

Halo teman-teman, perkenalkan nama saya Steven Joy dan Jade dari SMA Kristen Petra 5 ingin bercerita sedikit nih... mengenai kegiatan belajar di rumah selama pandemi Virus Covid-19. Nah, selama kurang lebih 1 bulan ini sekolah Petra ‘diliburkan’ maksudnya belajar di rumah karena adanya dampak virus corona yang semakin menyebar luas. Selama di rumah saya mengikuti kegiatan pembelajaran online yang terus berlangsung dari jam 7 pagi hingga 2 siang sesuai jadwal.

steven_2.jpgsteven_1.jpg

Kami para murid mendapatkan pembelajaran melalui aplikasi zoom/google meet/videocall serta materi dan tugas yang diberikan melalui link sesuai kelas serta ulangan online lewat google form. Sekalipun pada awalnya terasa sulit karena belum terbiasa, belajar online ini menurut saya cukup melatih untuk berpikir kritis para murid agar selama di rumah kita tidak hanya bermain game saja tetapi kita juga harus mengasah kemampuan berpikir kita untuk belajar ilmu-ilmu yang masih belum kita pahami.

Sayangnya tidak semua siswa dapat mengikuti pembelajaran online ini dengan tertib dan disiplin,  masih ada beberapa dari teman saya yang malas dan terlambat mengikuti pelajaran online karena tidak bisa mengatur waktunya dengan baik. Misalnya ada yang tidur hingga larut malam sehingga pagi hari tidak bisa mengikuti pelajaran online tepat waktu dan mengantuk. 

Stay At Home membuat saya dan keluarga juga melakukan kegiatan ibadah di rumah secara online. Setiap hari Minggu, gereja saya melakukan live streaming dan kami sekeluarga selalu mengikuti ibadah pada jam 09.30. Kegiatan ibadah online ini sama seperti ibadah pada umumnya di gereja. kita menyanyi Memuji Tuhan bersama dan mendengarkan Firman Tuhan. Melalui ibadah online ini sebenarnya juga melatih kita beribadah dengan benar di hadirat Tuhan sama seperti ketika di gereja, tidak tergoda dengan barang apapun yang ada di sekeliling kita seperti ibadah sambil makan cemilan, duduk tidak sopan/sambil tiduran.

Hal berat yang saya rasakan saat stay at home ini adalah rasa bosan....jenuh karena tidak bisa bertemu dengan banyak teman. Tidak bisa bermain bersama seperti di sekolah. Tidak bisa bercengkrama dan bersenda gurau dengan teman-teman dan bapak ibu guru juga.

Di saat Paskah yang biasanya semarak dengan program kegiatan seperti lomba-lomba Paskah yang diadakan OSIS ditiadakan. KKR Paskah yang diadakan oleh Tim Persekutuan Doa juga ditiadakan. Banyak event yang seru-seru dan menarik akhirnya tidak dapat kami nikmati sehingga rasanya menjadi hampa karena adanya pandemi virus corona ini.

Dan karena saya hobby jalan-jalan, saya harus menahan diri juga untuk tidak pergi ke mall dulu. Karena sekarang Surabaya juga memberlakukan PSBB jadi jalanan pun banyak yang ditutup. Dan kita juga tidak boleh keluar dari rumah.

Nah, di akhir tulisan saya ini saya ingin mengingatkan teman-teman tetap mengikuti kegiatan pembelajaran dengan aktif dan tidak malas-malasan, mengumpulkan tugas tepat waktu. Taat dengan peraturan pemerintah terkait Social and Physical Distancing. Jika ingin keluar rumah karena ada keperluan yang penting banget, kita harus ingat selalu pakai masker.... WAJIB !!!. Lalu teman-teman juga jangan lupa untuk rajin mencuci tangan sebelum atau setelah memegang benda apapun. Lalu setiap hari minggu jangan pernah bolong untuk ibadah. Dan yang terpenting kita harus setiap hari berdoa agar pandemi ini cepat selesai dan tidak memakan banyak korban lagi.

Tips untuk mengurangi rasa kebosanan, lakukan berbagai aktivitas seperti tiap pagi lari pagi/jalan keliling perumahan tetapi tetap memakai masker, lalu berjemur waktu jam 10 pagi, menonton film di rumah bareng keluarga. Dan selama diliburkannya sekolah, kita bisa banyak meluangkan waktu bersama keluarga misalnya membuat minuman yang lagi kekinian "Dalgona Coffee".  Lalu bagi teman-teman yang hobby menyanyi seperti saya atau hobby menari atau ngevlog misalnya, teman-teman bisa asah bakat teman-teman lewat membuat video cover lalu diupload di Youtube. Lalu bikin dance cover, lalu bisa buat vlog tentang keseharian teman-teman di rumah.

Semoga semua sehat, kondisi segera pulih dan kita kembali bisa beraktivitas normal dan bisa bersekolah lagi....staysafe and stayhealthy

 

Steven Joy (XI IPS 1) dan Jade(XI IPA 1)

 

 

Bersama Hadapi COVID-19 

Memasuki decade baru pada abad ke-21 ini, kita telah disambut oleh berbagai kejutan dari ketidaknormalan dan hal-hal baru. Banyak hal baru yang dicipta untuk membuktikan kegagahan manusia dalam menguasai alamnya; berbagai teknologi mutakhir yang lahir dengan fitur yang jauh lebih galak dari pada pendahulunya diluncurkan tahun ini. Walau demikian, alam tak mau kalah menyatakan eksistensinya yang lama diremehkan manusia.

gaby_4.JPGgaby_5.JPGgaby_1.JPGgaby_6.JPGgaby_2.JPGgaby_3.JPG

Memasuki 2020, sapaan hangat dating dari berita munculnya virus mematikan dari Negeri Tirai Bambu. Perbedaan budaya dan kebiasaan dijadikan alas an masyarakat dunia untuk menertawakan keadaan negara yang berada di belahan lain bumi, dada dibusungkan tinggi membanggan atas ilmu pengetahuan dan teknologi kesehatan yang dimilikinya. Melupakan bahwa pada dasarnya semua manusia adalah sama; makhluk lemah yang kapan saja dapat lenyap.

Tak lama berbangga diri, kerikil kecil, atau bongkahan batu besar yang menghalangi melejitnya peradaban manusia pada decade baru ini datang juga. Kita menamainya Coronavirus Disease, atau singkatnya Covid-19. Tiba-tiba peradaban manusia yang tadinya dibangun dengan begitu gagah dan maju selama seratus tahun terakhir goyah hanya dalam kurun waktu kurang dari enam bulan. Negara-negara maju dengan ekonomi raksasa secara pesat diperlambat sirkulasinya. Indonesia yang nyatanya bukan negara maju, apalagi negara adidaya merasakan besarnya dampak Covid-19.

Kasus di Indonesia sendiridi awali satu, kemudian sepuluh, laluseratus, tak lama limaratus, lalu seribu. Saat artikel ini ditulis, sudah lebih dari tujuh ribu orang yang dikonfirmasi terkena Covid-19, ratusan meninggal. Berbagai aktivitas normal masyarakat yang bertatap muka terpaksa dihentikan dan diganti dengan online meeting. Begitu pula dengan kegiatan belajar- mengajar.

Saat pemerintah mengumumkan dimulainya social distancing, siswa kelas XII sedang masa persiapan mengikuti ujian nasional. Satu langkah terakhir menuju kelulusan, ada saja halangannya. Ujian nasional diundur, kemudian dibatalkan. Harap-harap cemas, kami siswakelas XII selalu was-was terhadap berita terbaru dari Kemendikbud. Keikutsertaan dalam Ujian nasional bahwasannya adalah syarat kelulusan, bagaimana jadinya kami jika tidak mengikuti ujian nasional?

Akhirnya kami pun lega ketika pemerintah mengeluarkan keputusan pembatalan ujian nasional dan digantikan dengan akumulasi nilai rapor dan/atau nilai capaian ujian sekolah yang telah kami lewati. Sebagian besar siswa kelas XII bersorak senang bahwasannya kami berhasil lulus,  tanpa melewati ujian nasional. Sebagian lagi mengkhawatirkan masa depannya diperguruan tinggi karena memilih mengikuti ujian PTN.

Mereka yang sudah diterima di universitas pilihan sudah dapat bernafas lega karena pada dasarnya hanya perlu menunggu tahun ajaran baru dimulai sambil bersantai di rumah. Mereka yang sayangnya tidak lolos jalu rundangan, terpaksa menahan nafas sedikit lebih lama lagi di tengah ketidakpastian dan cekikan ruang. Tapi tak masalah, semua pasti akan berakhir baik.

Tak perlu khawatir jika sekarang nampaknya tidak ada jalan tetapi kaki harus terus melangkah. Terus melangkah saja karena kita pasti akan sampai ke suatu tempat, tempat yang lebih baik dari pada kemarin. Saat ini bumi sedang sakit, tapi bersama-sama kita pasti tetap bisa bertahan, lalu merasa bahagia ketika suatu hari nanti sama-sama melihat kebelakang dan berkata “kita melewatinya”.

Beberapa hanya harus merelakan waktu bermainnya, beberapa  harus merelakan waktu belajar bersama teman. Beberapa harus mengerjakan tugas di rumah, beberapa harus kehilangan pendapatan hariannya, dan beberapa harus merelakan tenaga, waktu, bahkan hidupnya untuk menyelamatkan yang lain. Hanya jangan pernah lupakan kita bersama-sama menghadapi Covid-19.

#StayHome #StaySave #LFH#WFH#

 

Gabriella (XII IPS 1)

Link Belajar Online A5 2020 2

boost the values reap the success