PSB 2021/2022    

PSB 2021/2022

SMA Kristen Petra 5 Surabaya membuka Pendaftaran Siswa Baru untuk Tahun Ajaran 2021/2022. Mari bergabung menjadi bagian dari Civitas Akademika yang dibekali dengan kompetensi 5C, meliputi: (1) Communication; (2) Collaboration; (3) Critical Thinking and Problem Solving; (4) Creativity and Innovation; (5) Character.

Pendaftaran Online    

Pendaftaran Online

SMA Kristen Petra 5 Surabaya membuka Pendaftaran Siswa Baru secara online melalui alamat website: psb.pppkpetra.sch.id. Dapatkan potongan biaya Uang Pengembangan (Syarat dan ketentuan berlaku). Informasi lebih lanjut hubungi (Telp.) 031 – 843 6474 atau (Whatsapp) 0819 4463 7288.

Physical Growth    

Physical Growth

Menyiapkan generasi penerus yang memiliki kualifikasi jasmani yang sehat dan baik. Memberikan dukungan nyata bagi peserta didik yang memiliki bakat dan minat di bidang olahraga melalui berbagai kompetisi dan kegiatan sekolah.

Emotional Intelligence    

Emotional Intelligence

Pendidikan sebagai salah satu sarana untuk membentuk kepribadian peserta didik yang didukung kondisi psikologis yang baik dan memiliki empati terhadap kondisi di sekitarnya. Membangun kesadaran untuk hidup bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara menjadi tujuan mutlak di dalam proses pembelajaran yang diberikan.

Talent Development    

Talent Development

Aktualisasi talenta peserta didik dalam berbagai bidang nonakademik akan memberikan kesempatan dan pengalaman untuk terus berkembang. Berbagai kegiatan sekolah dan dukungan untuk partisipasi aktif di berbagai kompetisi mulai dari tingkat regional hingga nasional menjadi program rutin sekolah.

Religious Education    

Religious Education

Aspek rohani setiap peserta didik menjadi salah satu prioritas terukur dari program sekolah. Menghidupi nilai Kristiani menjadi bagian yang tak terpisahkan dari setiap proses pembelajaran. Berbagai kegiatan rohani tak sekadar dilakukan sebagai rutinitas, akan tetapi menjadi bentuk komitmen untuk membangun hubungan vertikal dengan Tuhan secara berkualitas.

Academic Excellence    

Academic Excellence

Menyiapkan kualifikasi akademik setiap peserta didik secara komprehensif melalui penerapan Kurikulum Nasional. Dilengkapi program khusus GAC (The Global Assesment Certificate) dari ACT untuk kebutuhan peserta didik yang melanjutkan studi Perguruan Tinggi di luar negeri. Menerapkan Blended Learning yang didukung dengan infrastruktur teknologi mumpuni.

OSN 2015    

OSN 2015

Bersyukur atas keberhasilan Daniel Wiranata Dayan sebagai peraih medali perunggu di Bidang Ekonomi pada penyelenggaraan Olimpiade Sains Nasional (OSN) 2015 yang dihelat di Kota Yogyakarta.

OSN 2016    

OSN 2016

Bersyukur atas keberhasilan Chikita Pricilla sebagai peraih medali perunggu di Bidang Ekonomi pada penyelenggaraan Olimpiade Sains Nasional (OSN) 2016 yang dihelat di Kota Palembang.

OSN 2017    

OSN 2017

Bersyukur atas keberhasilan Naomi Natasha sebagai peraih medali perak di Bidang Biologi, Ricky Suhartono sebagai peraih medali perak di Bidang Ekonomi, Raja Moris dan Severina Effendi sebagai finalis pada penyelenggaraan Olimpiade Sains Nasional (OSN) 2017 yang dihelat di Kota Pekanbaru.

OSN 2018    

OSN 2018

Bersyukur atas keberhasilan Ricky Suhartono sebagai peraih medali emas di Bidang Ekonomi dan Kensias Kristanto sebagai peraih medali perunggu di Bidang Matematika pada penyelenggaraan Olimpiade Sains Nasional (OSN) 2018 yang dihelat di Kota Padang.

OSN 2019    

OSN 2019

Bersyukur atas keberhasilan Kensias Kristanto sebagai peraih medali emas di Bidang Matematika dan Jeremy Michael sebagai finalis di Bidang Ekonomi pada penyelenggaraan Olimpiade Sains Nasional (OSN) 2019 yang dihelat di Kota Manado.

IEO 2018    

IEO 2018

Bersyukur atas keberhasilan Ricky Suhartono mewakili Indonesia dalam ajang Olimpiade Ekonomi Internasional atau disebut IEO (International Economic Olimpiad) tahun 2018. Pada kompetisi yang dihelat di Kota Moskow (Rusia) tersebut, Ricky Suhartono berhasil meraih medali perunggu.

LMS PPPK PETRA    

LMS PPPK PETRA

Mengoptimalkan blended learning di dalam proses pembelajaran. Menyiapkan platform digital yang mendukung ekosistem belajar yang menarik dan interaktif antara pengajar dan peserta didik.

Pembelajaran Jarak Jauh    

Pembelajaran Jarak Jauh

Pandemi Covid-19 yang terjadi sejak Maret 2020 membuat proses pembelajaran dilakukan secara jarak jauh. Bersyukur bahwa kesiapan sekolah didukung dengan sarana dan prasarana teknologi yang memadai mampu memberikan pelayanan PJJ yang optimal. Kesiapan siswa ditunjang dengan perangkat teknologi dari rumah juga berpengaruh terhadap keberhasilan layanan Pendidikan di era pandemi ini.

Sarana dan Prasarana Sekolah    

Sarana dan Prasarana Sekolah

Menciptakan suasana pembelajaran yang kondusif dan layanan pendidikan yang optimal, SMA Kristen Petra 5 dilengkapi dengan berbagai spesifikasi sarana dan prasarana.

Studio Pembelajaran Daring    

Studio Pembelajaran Daring

Membangun layanan pendidikan yang semakin luas dan mengikuti perkembangan era yang semakin kekinian menjadi tantangan tersendiri. Melalui studio pembelajaran daring tersebut diharapkan menjadi wadah bagi insan pendidik dan generasi pembelajar untuk terus berkreasi dan berkarya dalam bidang edukasi guna mengisi kanal media sosial secara positif.

Frontpage Slideshow | Copyright © 2006-2012 JoomlaWorks Ltd.
| |

Apakah Aku Sudah Menjadi Pahlawan?

“Kita tunjukkan bahwa kita adalah benar-benar orang yang ingin merdeka! Lebih baik kita hancur lebur daripada tidak merdeka!”

Image_004.jpgReview_Lomba_Hari_Pahlawan_hal.2.jpegReview_Lomba_Hari_Pahlawan_hal.1.jpegReview_Lomba_Hari_Pahlawan_hal.3a.jpegImage_001.jpgImage_003.jpgImage_002.jpg

Tentu kita ingat kutipan kalimat di atas yang disampaikan dengan semangat yang berapi-api oleh seorang pahlawan besar Indonesia, yaitu Bung Tomo. Masih jelas dalam ingatan kita berbagai sejarah perjuangan Bangsa Indonesia dalam upaya memperjuangkan kemerdekaan, salah satunya Peristiwa 10 November 1945 yang menjadi momen yang diperingati sebagai Hari Pahlawan. Sebagai bangsa Indonesia tentu kita tidak boleh melupakan peristiwa tersebut yang  menjadi simbol perjuangan rakyat Indonesia melawan penjajah demi merebut kemerdekaan.

Sejatinya kita pasti memiliki definisi yang sama mengenai sosok pahlawan. Jika ditanya siapa saja pahlawan pada masa dulu? Tanpa keraguan kita tentu akan menjawab pahlawan adalah orang-orang yang pada masa itu berjuang untuk merebut kemerdekaan dari penjajah. Kita memiliki satu suara yang sama untuk itu. Nah, untuk saat ini jika ditanya siapa pahlawan bagi kita? Tentu jawaban setiap orang akan berdeda. Bisa saja orang tua, guru, teman, atau orang lain yang mengabdikan hidupnya untuk kebaikan orang lain atau lingkungan. Ya, semua orang bisa menjadi pahlawan. Melalui apa? Melalui talenta yang sudah dianugerahkan Tuhan kepada kita. Tujuannya apa? Tentu agar menjadi berkat bagi sesama.

Memperingati Hari Pahlawan  Selasa, 10 November 2020, SMA Kristen Petra 5 mengadakan berbagai kegiatan lomba sebagai ajang aktualisasi bakat dan talenta siswa. Lomba-lomba yang diadakan antara lain, “Pahlawan Beraksi”, “Cerita Pahlawanku”, dan “Wawasan Milenial”. Kegiatan ini selain dalam rangka memperingati Hari Pahlawan, juga bertujuan agar siswa semakin terpacu untuk mengembangkan setiap talenta yang dimiliki untuk menjadi berkat bagi orang lain. Bersyukur para siswa antusias mengikuti lomba-lomba yang diadakan. Misalnya pada lomba “Cerita Pahlawanku”. Siswa diminta untuk bercerita sosok pahlawan baginya. Dengan kreativitas masing-masing, siswa bercerita menggunakan properti yang sudah mereka siapkan. Ada yang menggunakan slide presentasi, ada yang menggunakan gambar-gambar lalu digerakkan seperti wayang, dan ada juga yang dengan percaya diri bercerita dengan intonasi dan gerakan untuk mendukung cerita yang disampaikan. Sosok yang diceritakan juga beragam. Mulai dari pahlawan masa penjajahan, keluarga, hingga sosok pemuda inspiratif yang peduli terhadap lingkungan. Berbagai cerita pahlawan yang disampaikan harapannya tidak hanya berhenti sebatas cerita, namun juga mampu menginspirasi siswa dan tentunya kita semua agar mau menjadi berkat bagi sesama.

Lalu bagaimana seharusnya saat ini kita sebagai Bangsa Indonesia menghargai dan menyikapi momen Hari Pahlawan? Ada baiknya mulai saat ini kita dapat menambah satu pertanyaan lagi dalam hati masing-masing. Mulailah kita tidak hanya bertanya siapa pahlawan bagiku? Akan tetapi, apakah saya sudah menjadi pahlawan bagi orang lain? Karena perjuangan saat ini bukan lagi merebut kemerdekaan seperti dulu. Bukan lagi berperang fisik melawan orang lain. Perjuangan saat ini musuhnya justru melawan diri sendiri. Saat kita mampu melawan sikap egois dan melakukan hal-hal positif yang berguna bagi orang lain dan lingkungan, itulah sejatinya seorang pahlawan masa kini.

Olivia Noratiro, S.Pd.

 

Perlombaan Kekinian untuk Menghayati Ikrar Sumpah Pemuda

Image_004.jpgImage_005.jpgImage_001.jpgImage_003.jpgImage_006.jpgImage_002.jpg

Tepat 92 tahun yang lalu, para pemuda dari berbagai tempat, latar belakang keluarga dan pendidikan, bersatu padu se-iya sekata akan sebuah ikrar yang sarat akan nilai-nilai nasionalisme. Janji mereka tersebut lalu kita kenal dengan nama Sumpah Pemuda, yang secara rutin kita peringati setiap tanggal 28 Oktober. Sumpah tersebut merupakan tonggak yang membakar persatuan dan semangat untuk memerdekakan diri dari penjajah oleh kaum pemuda Indonesia.

Ikrar tersebut merupakan pengakuan rasa nasionalisme, yang tidak pernah usang oleh waktu. Seperti yang SMA Kristen Petra 5 lakukan, untuk menjaga kobaran api semangat Sumpah Pemuda, SMA Kristen Petra 5 melaksanakan berbagai lomba yang diikuti oleh para siswa, di antaranya: lukis masker (Karyaku Pelindungku), Tik Tok (Aksi Pemuda), dan virtual photoshoot (Pemuda Beraksi).

 

Selama pandemi Covid-19 menyerang dunia, masker merupakan salah satu komponen penting untuk mencegah virus yang semakin merajalela.  Melalui lomba lukis masker, para siswa yang memiliki talenta di bidang seni lukis mencoba menuangkan semangat Sumpah Pemuda melalui berpaduan antara goresan-goresan tangan berbakat dan imajinasi positif, yang tentunya dibumbui oleh rasa cinta terhadap tanah air.

 

Aplikasi Tik Tok pun menjadi wadah bagi para siswa untuk mengekspresikan diri, menyebarkan ke dunia maya tentang aksi pemuda di masa lalu dan masa kini yang menginspirasi pemuda-pemuda Indonesia sekarang untuk mau bergerak ke arah yang lebih baik, membangun semangat kebangsaan dan rela berkorban bagi negara. Melalui video yang dibuat oleh para siswa di platform Tik Tok ini, para siswa berupaya menebarkan semangat nasionalisme dengan cara yang kekinian.

 

Bidang fotografi menjadi salah satu preferensi remaja masa kini. Sekalipun era pandemi ini serba membatasi kreasi fotografi di lingkungan outdoor, namun saat ini marak bermunculan ide kreatif untuk menerapkan virtual photoshoot. Bidang lomba ini diberi nama “Pemuda Beraksi” yang berarti semangat anak muda beraksi melalui setiap pose dan gaya yang mengandung makna kepemudaan. Hasilnya, terkumpul banyak karya virtual photoshoot yang menarik dipenuhi dengan kekayaan ide sesuai tema perlombaan ini.

 

Lomba-lomba di atas diikuti oleh siswa dengan penuh semangat dan antusias. Selamat bagi para siswa yang sudah memenangkan kompetisi dan jangan patah arang bagi yang belum. Lomba-lomba ini hanya merupakan sarana untuk kita mengingat bahwa nasionalisme kita tidak boleh padam, bakar, bakar, dan bakar sampai menjadi api abadi, cinta terhadap tanah air yang tidak akan pernah mati.

 

Selamat memperingati dan menghayati hari Sumpah Pemuda bagi pemuda-pemuda dan bagi kita yang pernah muda. Merdeka !!!

 

Penulis: Sekar Sih Revashanti, S.Hum.

 

 

“Mendampingi Belajar Anak di Masa Pandemi”

Menjadi orang tua merupakan kesempatan yang indah dan berharga yang diberikan Tuhan kepada kita. Tuhan mempercayakan anak-anak yang spesial untuk kita didik agar kelak menjadi orang yang berguna bagi banyak orang. Namun rupanya perjalanan mendidik dan mengasuh anak tidaklah mudah. Banyak tantangan yang dihadapi orangtua seperti adanya gap year antar orang tua dengan anak, juga komunikasi yang buruk serta munculnya keegoisan antar orang tua dengan anak. Apalagi jika anak kita sudah mulai memasuki masa remaja. Masa remaja merupakan masa penuh dengan gejolak karena masa transisi menuju kedewasaan. Masa remaja juga biasa disebut masa pencarian jati diri yaitu masa saat seorang anak memiliki ekspektasi dan harapan yang beragam. Penting bagi kita sebagai orang tua untuk terus mendampingi serta mengarahkan dalam proses pertumbuhan dan perkembangan anak meraih mimpinya khususnya pada masa pandemi Covid-19.

IMG_4499_4.jpg22._Parenting_BK_Okt.20_-_hal.2_7.jpgIMG_4566_5.jpgIMG_4482_3.jpgIMG_4464_1.jpgIMG_4468_2.jpg22._Parenting_BK_Okt.20_-_hal.3_8.jpg22._Parenting_BK_Okt.20_-_hal.1_6.jpg

Pandemi Covid-19 rupanya telah mengubah segalanya. Sekolah yang biasanya menjadi tempat ideal untuk belajar di bawah bimbingan langsung dari guru telah tergeser. Saat ini, anak-anak melakukan Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) atau biasa kita kenal dengan istilah learning from home. Sehingga layanan bimbingan guru dilakukan secara daring untuk setiap peserta didik. Hal ini membuat anak-anak dilatih untuk belajar secara mandiri, jujur dan kreatif. Perlu ada kerjasama antara sekolah dan orang tua untuk memberi perhatian lebih bagi anak-anak kita di masa yang mungkin bagi sebagian dari mereka merupakan situasi yang sulit, kurang nyaman, dan membosankan.

Di sisi lain, masa pandemi adalah masa yang tepat untuk “rekonsiliasi”, mengembalikan hubungan serta membangun kembali komunikasi yang baik antar orang tua dengan anak. Mungkin selama ini orang tua maupun anak-anak disibukkan dengan berbagai kegiatan. Sehingga hubungan antara orang tua dengan anak menjadi kurang hangat. Butuh kerendahan hati dari kita sebagai orang tua untuk memulai membangun hubungan dan komunikasi yang dekat dalam keluarga. Apabila hubungan sudah membaik dan kembali hangat maka komunikasi juga lebih mudah sehingga pada akhirnya orang tua bisa bersinergi dengan anak dalam rangka mengantarkan mereka pada jalur kesuksesan.

Berikut ini beberapa tips praktis mendampingi anak menurut Ibu Hanna Yulianik, S.Th., antara lain:

    1. Luangkan waktu untuk Quality Time bersama anak
      Ditengah kesibukan pekerjaan juga kegiatan, luangkan waktu 1-2 jam tiap harinya untuk “ngobrol santai” bersama anak. Quality Time berguna juga untuk membangun kepercayaan serta membangun hubungan yang hangat dan dekat antar orang tua dengan anak
    2. Sediakan telinga untuk mendengar dan hati untuk memahami
      Belajar untuk mendengar apa yang menjadi masalah anak. Belajar mengerti bahwa anak membutuhkan orang tua untuk selalu mendampingi dan mengarahkan (bukan memaksa anak untuk menjadi seperti apa yang dikehendaki orang tua)
    3. Selalu berikan apresiasi
      Sekecil apapun progress yang dicapai oleh anak, berikan apresiasi (misalnya: memberi ucapan terimakasih/selamat, memberikan makanan yang anak suka).

Mazmur 127 : 4
“Seperti anak-anak panah di tangan pahlawan, demikianlah anak-anak pada masa muda.”

(Yahaziela Nawita Dirfa S.Psi.)

Meraih Asa Menjemput Impian

Kita perlu merencanakan masa depan sejak dini. Tentang apa yang dicita-citakan untuk kehidupan yang lebih baik. Oleh karena itu, betapa pentingnya wawasan tentang dunia perkuliahan bagi para siswa untuk menyongsong status baru sebagai mahasiswa. SMA Kristen Petra 5 mengadakan kegiatan Pameran dan Presentasi Pendidikan yang dibagi menjadi dua kategori berikut: tanggal 28 September s.d 2 Oktober 2020 dilaksanakan melalui LMS Moodle-watch video dan tanggal 5-9 Oktober, 12 – 13 Oktober 2020 berupa presentasi melalui Zoom.

Konten Pameran dan Presentasi Pendidikan Bersama -1 1

Keberagaman latar belakang lembaga pendidikan tinggi yang mengikuti Pameran dan Presentasi Pendidikan, tentunya bisa memfasilitasi para siswa untuk dapat menempuh pendidikan sesuai dengan bakat dan minat mereka. Misalnya, Universitas Bina Nusantara, Universitas Ciputra, Universitas Multimedia Nusantara dan Universitas Pelita Harapan yang memiliki banyak program studi. Selain itu juga ada Raffles Design Institute dan LaSalle College bergerak dalam dunia design dan fashion. Bagi para siswa yang menyukai bidang science, dapat mengamati presentasi dari i3L (Indonesia International Institute for Life Sciences).

Konten Pameran dan Presentasi Pendidikan Bersama -2 2

Dunia kuliner sedang naik daun seiring menjamurnya youtuber-youtuber kuliner, siswa dapat memperdalam ilmu memasak dan bisnis kuliner bersama Sages Institute dan OTTIMMO International. Satu-satunya lembaga pendidikan Vokasi adalah Politeknik Internasional Bali, yang fokus bergerak dalam bidang pariwisata.

Generasi milenial sangat akrab dengan teknologi bukan? ISTTS (Institute Sains dan Teknologi Terpadu Surabaya) dan IKADO dapat memfasilitasi minat siswa terhadap dunia teknologi. Bagi para siswa yang berminat untuk melanjutkan pendidikan ke luar negeri pun ada JIC (Jakarta International Colllege) yang dapat menjembatani siswa untuk kuliah di Australia, salah satu universitas yang bekerjasama dengan JIC adalah Monash University Australia, Spitze Studium bagi yang ingin menempuh pendidikan di Jerman. OBKG (Osaka Bunka Kokusai Gakkou) sebagai lembaga pendidikan yang menyalurkan minat para siswa untuk menempuh pendidikan di Jepang, dan Virtu Education yang dapat memfasilitasi untuk dapat menikmati pendidikan di berbagai Negara. Dan yang terakhir adalah City University of Hong Kong yang secara langsung memberikan wawasan tentang perkuliahan di Hong Kong.

Banyaknya pilihan jurusan pada berbagai fakultas dalam Pameran dan Presentasi Pendidikan pada tahun ini, tentunya sangat menarik minat para siswa. Hal tersebut terlihat dari antusiasme para siswa untuk mengikuti sekaligus aktif bertanya pada presentasi virtual. Pada akhirnya, masa depan adalah sesuatu yang harus diperjuangkan dengan tetap berpegang teguh pada Tuhan. Selamat menyambut masa depan yang lebih baik!

Ketahuilah, demikian hikmat untuk jiwamu: Jika engkau mendapatnya, maka ada masa depan, dan harapanmu tidak hilang.” (Amsal 24:14)

Oleh : Sekar Sih Revashanti, S.Hum

Meraih Asa Menjemput Impian

Keterbatasan Bukan Alasan

Puji Tuhan SMA Kristen Petra 5 telah melaksanakan Penilaian Harian Bersama (PHB) Semester Ganjil Tahun Ajaran 2020/2021 dengan lancar. PHB ini dilaksanakan dari tanggal 28 September s.d. 2 Oktober 2020 secara luring.  Memang, lagi-lagi karena keterbatasan akibat situasi pandemi saat ini, banyak hal berubah dan tidak bisa ideal seperti biasanya, termasuk pelaksanaan PHB. Namun, jangan sampai kita menjadikan keterbatasan itu sebagai penghalang kreativitas untuk bertumbuh dan berkembang. Satu hal juga yang perlu kita pegang dan sadari bahwa hidup bukan tentang hasil, namun hidup adalah sebuah proses. Kalimat yang mungkin terdengar klise dan kerap didengung-dengungkan sebagai kalimat motivasi. Namun kalimat itu benar-benar perlu dihidupi sebagai nilai untuk mengubah mindset yang sering lebih fokus terhadap hasil, tetapi melupakan cara/proses meraihnya.

1601612646132_-_JUAN_WILLIAM_3.jpg1601613089086_-_ANGELICA_JACELYN_4.jpgXII_IPS_3_-_Steven_Joy_1_-_Stephanie__S.Sos_1.jpg20201002_092110_-_RACHEL_GRACE_HERMAWAN_2.jpgJesca_1_5.jpg

Penilaian Harian Bersama yang dimulai Senin, 28 September 2020 diawali dengan presensi oleh wali kelas secara daring melalui  aplikasi Zoom pada pukul 08.00. Presensi dilakukan untuk mengecek kehadiran siswa. Jika siswa masih belum join, Wali Kelas akan segera menghubungi siswa ataupun orang tua dan menanyakan kendala yang terjadi. Komunikasi menjadi kunci utama dalam kondisi saat ini. Hari pertama di sesi 1 siswa mengerjakan ulangan mapel Biologi untuk kelas X, XI, XII IPA dan Sejarah untuk X, XI, XII IPS serta PAK di sesi 2. Penilaian Harian Bersama memang dibagi menjadi 2 sesi. Sesi pertama dimulai pukul 08.15-09.15, sesi kedua dimulai pukul 10.00-11.00. Siswa diberi waktu 60 menit untuk mengerjakan dan 15 menit tambahan untuk mengunggah jawaban. Tambahan waktu untuk upload diberikan dengan pertimbangan kemungkinan-kemungkinan ada kendala teknis yang bisa saja dihadapi para siswa ketika mengunggah jawaban mereka. Tambahan waktu juga bervariasi tergantung besarnya kendala yang dialami siswa. Tentunya setiap kendala telah dikomunikasikan kepada Wali Kelas untuk kemudian diteruskan pada Wakasek Kesiswaan ataupun Wakasek Kurikulum. Puji Tuhan semua berjalan dengan lancar sampai hari terakhir. PHB ditutup dengan mapel Kimia untuk kelas IPA, Ekonomi untuk IPS di sesi 1, serta Bahasa Indonesia di sesi 2.

Penilaian Harian Bersama yang dilakukan siswa-siswa SMA Kristen Petra 5 pada hakikatnya tentu dilakukan untuk mengukur sejauh mana tingkat keberhasilan siswa dalam mengikuti PBM selama kurang lebih 3 bulan ini. Di sisi lain, konsep ulangan yang dilakukan secara luring juga memiliki maksud dan harapan di dalamnya. Kami meyakini dan berharap bahwa para siswa tetap memegang kejujuran dalam setiap tindakannya, khususnya dalam mengerjakan PHB ini. Mengapa berbicara mengenai kejujuran? Tentu dengan kondisi saat ini, tantangan terbesar siswa saat PHB adalah tetap konsisten memegang kejujuran meskipun peluang untuk berbuat curang terbuka lebar karena minimnya pengawasan di tengah berbagai  keterbatasan. Siswa sangat mungkin tergiur untuk bisa mendapatkan hasil yang sempurna tanpa memikirkan proses yang dilaluinya. Akhirnya lebih merasa bangga dengan hasil yang bagus meskipun prosesnya curang. Itulah mindset yang hanya berfokus pada tujuan dan bukan proses. Di sini siswa dilatih untuk melawan diri sendiri. Melawan godaan dan tetap percaya diri dengan kemampuan yang dimiliki. Sambil terus mau belajar dan berkembang agar mendapatkan hasil sesuai yang diharapkan. Semua itu tidak akan terjadi tanpa memohon hikmat dari Tuhan. Akhirnya, lagi-lagi hidup tidak melulu soal angka dan kuantitas. Hidup adalah soal value. Sudahkah kita memegang kejujuran di setiap hal yang kita lakukan? Seperti tertulis dalam kitab Mazmur 111:8 “Kokoh untuk seterusnya dan selamanya, dilakukan dalam kebenaran dan kejujuran.”

Oleh: Olivia Noratiro, S.Pd.

boost the values reap the success